PERLENGKAPAN dan PACKING

Oleh : Muhammad Sulaiman (B-1073)

(Disampaikan dalam Materi Ruang PWB MADAWIRNA 2011)

 

Prolog

Dalam Buku Norman Edwin Catatan Sahabat Sang Alam :

”kurangnya perlengkapan memang penyebab kecelakaan yang mematikan. Sofyan Efendy dan Acep Priatna, pelajar SMA 11 Jakarta, ditemukan selamat Setelah 9 hari kesasar digunung gede pada bulan juni 1978. Makanan mereka memang minim, tetapi mereka punya perlengkapan baju hangat dan jas hujan, dan juga membawa tenda sehingga selama delapan malam mereka bisa beristirahat dengan baik sambil menunggu bantuan.” (2010:245)

” empat siswa STM Pembangunan Jakarta yang tersesat digunung salak akhirya ditemukan tewas di lembah sungai cibadak.”(2010:253)

”Apa yang terjadi dengan 4 siswa STM Pembangunan itu? Ketika ditemukan, tiga diantara mereka terbaring tewas dalam keadaan basah. Seorang lagi anehnya ditemukan telanjang bulat. Keadaan terakhit dari korban-korban itu memperkuat dugaan bahwa salah satu faktor tewasnya mereka adalah kehilangan panas badan akubat kebasahan. Semua korban itu tidak terlindungi dari kemungkinan hujan dan angin. Padahal setiap hari hujan mendera gunung itu dengan deras.

Baju yang basah menghilangkan nilai insulasi sampai 90 %. Hal ini rupanya tidak bisa dihindari karena mereka tidak bisa membawa perlengkapan hujan seperti jas hujan atau payung. Merekapun tidak bisa menghindarkan diri dari hujan dan angin karena tidak membawa tenda atau jaket penahan angin (wind breaker). Memmang terlihat usaha mereka untu membuat bivak (pondok darurat), tetapi sayang rupanya tenaga mereka terlanjur terkuras dan mungkin koordinasi tubuh sudah lemah sehingga tidak bisa mengambil keputusan lagi.”(2010:255)

 

Salah satu Kegiatan kepecintaalaman  adalah out door activity yang mempunyai resiko cukup tinggi (high risk) sehingga dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang. Dalam kegiatan lapangan (out door activity), pelakunya dituntut persiapan fisik dan mental juga perlengkapan yang memadai, packing perlengkapan yang baik, juga bekal makanan dengan perhitungan komposisi yang sesuai dengan aktivitas kita.

PERLENGKAPAN

 

beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebagai pertimbangan dalam mempersiapkan perlengkapan yang kita bawa :

  • Jenis Medan / tempat kegiatan yang akan dihadapi
  • Tujuan kegiatan / perjalanan
  • Lama perjalanan / kegiatan
  • Mengetahui keterbatasan kemampuan fisik untuk membawa
  • Hal-hal yang khusus ( obat2an tertentu, dll)

Menurut kebutuhannya, perlengkapan dibagi menjadi :

  • Perlengkapan dasar (individu)
  • Perlengkapan khusus
  • Perlengkapn tambahan

 

Perlengkapan Dasar

  1. Perlengkapan dalam Perjalanan
    1. Perlindungan Kaki

1)    Sepatu

Beberapa pertimbangan memilih sepatu :

  • Ø Bahan cukup kuat, tahan gesekan, tetapi tidak kaku (bahan dari kulit / kombinasi kulit dengan parasit)
  • Ø Menutup mata kaki untuk menghindari cedera pada tungkai kaki
  • Ø Tidak tembus air (water proof)
  • Ø Sol sepatu mempunyai tekstur kasar / bergerigi, lentur, dan kuat juga memiliki breaking strength / meredam hentakan sehingga nyaman untuk berjalan di medan tanah dan bebatuan
  • Ø Mempunyai ukuran yang pas dengan kaki kita, biasanya tambah 1 ukuran dari ukuran sepatu normal.

2)    Kaos kaki

Untuk melindungi kaki dari gesekan dengan sepatu. Gunakan dari bahan yang tebal dan dapat menyerap keringat, seperti cotton / wool.

3)    Geiter

Perlindungan kaki untuk daerah basah, lembab, atau bersalju. Terbuat dari bahan parasit / corduray yang tahan air / water proof, melindungi ujung sepatu sampai betis.

  1. Perlindungan Tubuh

1)    Baju dan Celana Lapangan

  • Ø sebaiknya menggunakan bahan ringan / tipis tapi kuat, menyerap keringat dan cepat kering apabila basah, misalnya dari bahan cotton.
  • Ø Sebaiknya memakai baju lengan panjang untuk melindungi tubuh dari panas / dingin, dan gesekan.
  • Ø Untuk operasi gunung hutan, jeans tidak direkomendasikan, karena bila basah menjadi berat dan susah kering.
  • Ø Untuk baju / kaos, gunakan dari bahan yang menyerap keringat sebagai pelindung dari dingin dan panas matahari (disarankan memakai baju / kaos lengan panjang). Sweater dari bahan wool selain hangat di daerah dingin juga bisa menjaga suhu tubuh.
  • Ø Untuk mengatasi dingin sebaiknya digunakan sistem melapis (Layering). Lapis pertama mempertahankan suhu tubuh agar tetap stabil, lapis kedua untuk insulasi (isolasi Panas tubuh) dan menahan dingin / panas matahari, sedang lapis ketiga untuk menahan angin dan hujan. Tujuannya untuk mengurangi pembuangan kalori tubuh yang sia-sia.

2)    Syal, Skebo, Balaklava, dan Kaos Tangan

Digunakan sebagai pelindung leher, telinga, dan bagian tubuh lain dari terpaan angin. Pada kondisi yang sangat dingin sebaiknya seluruh tubuh kita dapat terlindung untuk menghindari penurunan suhu tubuh / hypothermia.

 

3)   Jacket

Untuk perjalanan gunung hutan, selain medan bersalju, cukup menggunakan jacket wind proof yang dilengkapi penutup kepala dan sirkulasi udara. Jacket ini tidak terlalu tebal dan berat.

4)    Rain Coat, Poncho

Gunakan dari bahan anti air, ringan, tahan gesekan, tipis, dan kuat. Sebelum memakai rain coat sebaiknya menggunakan baju lengan panjang dari bahan yang menyerap keringat (cotton).

5)    Topi

Melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri atau curahan hujan terutama kepala bagian belakang.

Topi harus kuat dan tidak mudah robek.

6)    Ikat pinggang

Pilih ikat pinggang yang terbuat dari bahan kuat dengan kepala yang tidak terlalu besar ( misalnya dari kulit yang tebal tetapi lembut/bhn sintetis lainnya).

  1. Ransel / Back Pack

beberapa pertimbangan yang sebaiknya kita lakukan dalam memilih back pack, antara lain ;

  • Bahan cukup kuat, tidak mudah robek
  • Tidak tembus air (water proof)
  • Ringan (dalam keadaan kosong)
  • Mempunyai insulasi udara yang cukup baik
  • Dilengkapi pembagi beban (hip loading) sehingga beban merata pada punggung, pundak, dan otot perut
  • Kapasitas maupun bentuk disesuaikan dengan aktivitas dan kemampuan kita
  • Enak / nyaman untuk dikenakan / dibawa (togethemes)

Dari jenis konstruksinya ada yang menggunakan internal frame, external frame maupun yang frameless. Kapasitas back pack diukur dalam satuan liter, mulai dari 15-40 lt (biasa disebut day pack), 60 lt, 70 lt, 80 lt, dan 100 lt yang biasa dipakai untuk perjalanan panjang (expedisi). Perhitungan kemampuan membawa beban yaitu berat beban yang kita bawa adalah 1/3 dari berat tubuh.

  1. Perlengkapan Navigasi

1)    Kompas

Dapat menggunakan kompas bidik (standar militer), kompas orientasi (mountaineer), dan GPS ( Global Position System)

2)    Peta Topografi

Usahakan berskala 1:25.000 dengan kontur terbaca jelas. Ada kelengkapan peta termasuk legenda peta.

3)    Protaktor

Untuk membaca koordinat dan membaca sudut peta.

4)    Alat tulis

Pensil, pensil warna, penggaris, block note (perlengkapan navigasi sebaiknya dimasukkan kantong tahan air)

e.   Perlengkapan Penerangan

Untuk perjalanan malam gunakan head lamp atau senter tangan. Dan bermalam ( flying camp) atau penerangan sekitar tenda bisa menggunakan lilin atau lampu badai

  1. Pisau Tebas dan Pisau Multi Fungsi (swissknife)

Digunakan pada saat berkemah atau dalam perjalanan (untuk membuka jalur, memotong kayu bakar, membuat bivak kayu, dll)

  1. Alat Komunikasi

HT (handy Talkie), peluit, pita berwarna mencolok, senter (lakukan komunikasi sesuai standar komunikasi di lapangan), HP (hand Phone)

  1. Perlengkapab istirahat / bermalam

a)   Tenda

Untuk Perjalanan yang membutuhkan waktu bermalam, gunakan tenda yang praktis dan nyaman, mampu melindungi dari air dan hujan. Sesuaikan dengan jumlah personil.

Catt : jika tidak membawa tenda dapat membuat bivak dari poncho.

b)   Kantung Tidur/ Sleeping Bag

Pilih sleeping bag yang tidak banyak makan tempat pada back pack, tetapi cukup dapat menghangatkan dan melindungi tubuh dari udara dingin saat berkemah.

c)   Sleeping Mat/ alas tidur / matras

Gunakan bahan dari karet yang tipis, ringan dan dapat menahan dingin dari kelembaban ukuran tanah.

d)   Pakaian Tidur Bersih satu stel

e)   Kaos Kaki Tidur

  1. Perlengkapan untuk masak, makan, dan minum

a)    Kompor

Banyak jenis kompor diantaranya yang berbahan gas, minyak tanah, spritus, dan paraffin. Sebaiknya pilih yang praktis, sesuaikan dengan kebutuhan.

b)    Korek Api

Gunakan korek api kedap air, misalnya zippo atau pematik (fire starter)

c)    Nesting

Rantang untuk mengolah makanan. Pilih yang ringan, tipis, dan praktis (tidak boros bahan bakar).

d)    Alat makan dan minum

Usahakan yang praktis, tidak mudah pecah dan tak memakan tempat.

e)    Tempat Air (Cooltank)

Dari bahan yang kuat dan mudah dipacking. Minimal 5 liter per orang (sesuaikan dengan lama perjalanan dan kondisi medan).

  1. Perlengkapan MCK (mandi, cuci, kakus)

Peralatan berupa handuk, sabun, shampoo, sikat , pasta gigi, dll. Tempatkan alat mandi dalam satu wadah khusus agar bisa mencegah tumpah.

  1. Perlengkapan Kesehatan

Perlengkapan kesehatan mutlak diperlukan, baik untuk luka luar maupun dalam.  Agar praktis, tempatkan dalam satu wadah khusus.

 

PERLENGKAPAN KHUSUS

Perlengkapan ini didasarkan pada kebutuhan dari tujuan perjalanan / kegiatan yang akan dilakukan, misal :

  • Perlengkapan penelitian
  • Perlengkapan penyusuran sungai
  • Perlengkapan SAR, dll

PERLENGKAPAN TAMBAHAN

Kadang walaupun hal ini bukan hal yang penting namun ada baiknya juga membawa untuk lebih menambah kenyamanan perjalanan.

 

SURVIVAL KIT

 

Survival kit merupakan satu set peralatan atau satu kotak peralatan survival yang umumnya dapat digunakan pada semua medan lapangan. Untuk seorang penjelajah, survival kit hukumnya wajib dimiliki. Survival kid dapat dibuat sendiri yang disesuaikan dengan tujuan perjalanan dan kebutuhan pribadi.

Beberapa contoh survival kit.

a. Korek api kedap air h. Tali
b. Lilin i. Kail dan senar
c. Kaca pembesar j. Kompas
d. Jarum kait ( temiti) k. Peluit
e. Jarum jahit dan benang l. Kapur tulis
f. Karet gelang m. viktorinox
g. peluit n. Plester, dll

Pada saat mengisi survisal kit usahakan tak ada ruang kosong yang akan memungkinkan peralatan dalam kotak bergerak, karena hal ini bisa mengakibatkan kerusakan alat. Untuk menghindarinya, bisa disiasati dengan mengisi ruang kosong di kotak dengan kapas ataupun sobekan kain yang nantinya juga bisa berfungsi sebagai bahan penyala api.

 

 

PENGEPAKAN/PACKING

 

Kenyamanan dan efisiensi dalam perjalanan selain secara langsung ditentukan oleh desain ransel/back pack, juga banyak dipengaruhi oleh bagaimana cara dan tehnik kita untuk menyusun barang ke dalam ransel. Dasar penyusunan barang kedalam ransel adalah keseimbangan.

Mengingat pentingya penyusunan perlengkapan dalam suatu perjalanan maka sebelum memulai kegiatan susunlah terlebih dahulu sebuah daftar perlengkapan (check list). Dalam daftar perlengkapan, perlengkapan dikelompokkan kemudian ditelitii mana yang perlu dibawa atau tidak. Apabila perjalanan yang akan dilakukan berkelompok maka check list dobel, untuk perlengkapan kelompok maupun pribadi.

Beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan dalam packing:

  • Tempatkan barang yang lebih berat pada bagian atas
  • Penempatan barang berdasarkan prioritas kebutuhan.
  • Barang-barang emergency tempatkan pada kantong luar atau tas pinggang.
  • Usahakan penempatan barang seimbang sehingga enak dibawa.
  • Backpack atau barang kita letakkan diluar jangan melebihi lebar/tinggi badan sehingga dapat mengganggu pergerakan.
  • Barang dikemas dalam kantong plastik sebelum diamasukkan kerier/backpack

 

Daftar Kajian :

Badil, Rudy (ed). 2010. Norman Edwin Catatan Sahabat Sang Alam. Jakarta :

PT Gramedia.

Kumpulan Materi Kepencintaalaman MADAWIRNA 1994

Materi Dasar Dasar Kepencintaalaman PWB MADAWIRNA 2011

M. Habiburrohman Nisfi (B-1029), Materi Perkap dan Packing, PWB

MADAWIRNA 2009.

masih peringatan…?? (mungkin)

 

sepertinya waktu itu aku merasa seperti sudah dineraka..

tergampar tak berdaya, tak ada rasa tak ada sangka..

hanya banyangmu yang tergambar dibenak sayangku..

tapi teryata aku hanya terlelap dan terkapar dijalan dengan rasa tak menyenangkan..

hanya banyanganmu sayang yang masih tergambar..

mungkin tuhan masih berbelas kasihan..

remaja yang penuh dosa dan hina..

pengampunan masih ada untuk menjalankan perbaikan..

mulut dan tangan ini patas mendapatkannya..

pelaku-pelaku dosa yang menjalankan perintak dari angan-angan pikiran dan jiwa..

terimakasih tuhan masih memberikan hambamu ini kesempatan.. tunjukkanlah jalan yang benar dan langkah2 yang tegas dalam menjalankannya..

kuatkanlah hati dan pikiran hamba..

 

 

hingga kini aku masih terbayang akan mati seperti apa aku ini..

dihutan blantara..

diusia muda..

diusia tua..

dalam keadaan hina..

dalam keadaan mulia..

entahlah..

jika disuruh milih, mati muda lebih baik kanyaknya..

seperti soe hok gie..

ditempat yang diinginkan dan dicita2kan..

disaat teman2 mulai berganti haluan..

disaat kesendiriannya..

 

tapi aku percaya dan yakin akan keputusan dan takdir tuhan pada hambanya…

 

( by matahatiku)

tanya……………?

apakah itu sebuah keluhan
apakah itu sebuah penyesalan
apakah itu sebuah kesombongan

slalu saja begitu
slalu saja begitu
slalu saja begitu

kalian tak pernah mengerti apa yang kupikirkan
kalian tak pernah mengerti apa yang kurasakan

to be continue….

METAMORFOSE

 

Batu……

Mungkinkah aku ini bagaikan batu…

Lihat lah batu..

Bukankah dia (batu) terlihat keras, angkuh dan membosankan..

Tapi kadangkala dia (batu) terlihat unik dan lapuk..

Dia (batu) kaku, hingga sulit untuk dirubah,

Dia (batu) sulit untuk menyesuaikan dengan keadaannya.

Dia (batu) seperti hanya pasrah denmgan perubahan disekitarnya..

Tapi dengan perlakuan yang ”kusus”, batu bisa diubah menjadi apa yang diinginkan dan slalu konstan..

Dia (batu) diam, tenang hingga sering dipandang membosankan, walaupun begitu dia (batu) kelihatan nyaman..

Tapi apakah kita tahu apa yang dipikirkannya????????????????

AKU TAHU ITU


Haruskah komitmen yang aku bikin sendiri aku langgar???

Apa yang akan terjadi???

Tiap hari, tiap minggu, mungkin pikiran , hati slalu berkutat pada hal itu. Yang tadinya sudah menjadi batu kini mulai lapuk oleh kikisan air, angin, yang tak ada hentinya. Hati dan otakku serasa mau pecah terombangambing oleh indahnya tarian kupu2 yang mengitari bunga dipagi hari yang cerah.

Pernah aku tersentuh oleh sentilan rasa yang mengombang ambingkan otak dan hati oleh indahnya kupu2 dan kinipun masih aku rasakan entah kupu2 itu tahu atau tidak akan hal ini. Tapi aku memang betul-betul seperti itu hingga sebuah nisan batu yang bertuliskan janji kutancapkan untuk membuatnya tetap tersenyum walaupun dia tidak tahu. Mungkin aku iklas melakukannya.

Sebuah ketakutan akan penolakan, ketidaktahuan akan kelanjutan, trauma yang mendalam akan kejadian yang sebelumnya membuatku merasa takut-takut dan ingin bersembunyi dibalik kedok yang namanya komitmen. Yah komitmen yang kini malah menjadi boomerang buatku.

Jala-jala yang aku cipta untuk mendapatkan kupu-kupu yang paling indah saata itu (krn semua tercurah pdnya) tercium oleh pemburu dan parakongsi lain yang entah mendukung atau malah ingin memecah keheningan suasana. Kabar itu tersebar terbawa angin lalu. yang menjadikanku malah menjauh dari kupu-kupu itu. Hingga akupun berulah mencari pengalihan. Yah bukan memanfaatkan kupu-kupu lain tapi keadaan yang tepat untuk itu. Entah sudah hilang atau masih ada sisa itu. Dalam sebuah perjalanan dengan menempatkan lukisan kebohongan yang malah membuat keraguan dalam hatiku.

Kini semangatku telah berakhir kupu-kupu mungkin sudah tertangkap jarring yang lain. Penyesalanpun sempat terucap, sampai tersentil walaupun begitu apa aku layak, apa aku harus mencuri kupu-kupu dari jarring itu, aku rasa tidak.

Semacam sengatan yang memutus urat –urat ku, hingga aku tak bergairah lagi, hingga aku ingin kabur dan pergi untuk mematikan nafsu / lebih tepatnya rasa untuk mendapatkan kupu2 ini. Tak bergairah memang aku tak bergairauh, rasanya tak ada gairah untuk hidup lagi. Tapi apa aku harus mengucak kata yasudahlah??.

Penyesalan terus ada dan kata iklas pun belum aku dapat walaupun aku bepura-pura untuk iklas itu sulit-sulit sekali. Mungkin butuh proses / bertahap. Atau mungkin tuhan belum berkehendak untuk itu dan akan memberikan kupu-kupu yang lebih baik dari itu. Amien….

Aku akan belajar untuk iklas dan berusaha menenangkan hati akan terawatnya kupu-kupu itu kepada yang lebih baik dan nisan pun takakan aku cabut (akan aku pegang dan jalani) hingga waktu memisahkan kita …

selamat berbahagia,.

 

 

 

Diklatsar Divisi

Pemilihan ataupun spesialisasi divisi yang telah dilakunkan, berlanjut dengan pendidikan dan pelatihan dasar divisi. Tujuan yang ingin dicapai dari diklatsar divisi ini adalah pengenalan dan pemahaman terhadap materi-materi dasar dari divisi masing2 (divisi yang dipilih) dan endinggya adalah aplikasi materi dilapangan. Selain masalah kegiatan divisi itu sendiri tujuan dari diklatsar divisi yang ada di madawirna (agkatan2007) adalah manajemen kegiatan mulai dari awal (pembuatan konsep, persiapan) hingga akhir dari kegiatan (pembuatan laporan kegiatan). Serta diklatsar divisi ini merupakan persyaratan untuk dilantik menjadi warga dimadawirna.

Gambaran dari kegiatan Diklatsar Diviasi ini kita diminta membuat kegiatan sendiri (mulai dari awal hingga akhir kegiatan) dengan bantuan dan bimbingan dari komunitas masing2 divisi. Awanya sih masih binggung mau nglakuin apa, tapi setelah mendapatkan masukan dari orang2 komunitas jadi sedikit lebih tahu.

Awal kegiatan pembuatan konsep dan mempresentasikananya kewarga, Dalam pembuatan konsep sendiri kita menemui banyak hal yang baru kita ketahui. Dan dalam mempresentasikanyapun kita mendapatkan pertentangan dari warga tinggal bagaimana kita mempertahankannya karena apapun dan sesempurnya konsep yang kita buat pasti masih salah dimata warga ( namanya juga proses pendidikan jadi ya harus banyak ujiannya) presentasi dari jam 21.00-04.00 dangan hasil revisi.

Kegiatan dilanjutkan persiapan yang lainnya mulai dari perijinan, pelengkapan alat, dan hal2 yang harus dijalani yang kesemuanya itu tercantum dalam konsep.

Pelaksanaan kegiatan

Dalam tahap pelaksanaan dibagi mnejadi 2 bagian materi ruang dan aplikasi materi.

Selain itu latihan fisik pun diberikan guna meningkatkan stamina dan penyesuain kondisi fisik denga keadaan lapangan, simulasi sebelum kelapangan sesungguhnya, try out  dilapangan dan masih mendapatkan pengarahan dari angkatan atas, setelah itu tahap pelaksanaan dimana peserta melakukan kegiatan hanya mendapatkan pengawasan saja tanpa dikasih instruski. Briefing dan evaluasi jelas ada dalam setiap kegiatan ini.

Tahapan aktir adalah pembuatan laporan dan mempresentasikan kewarga.

Berhasil tidaknya kegiatan yang kita laksanakan terlihat dari konsep yang kita rencanakan dan dipadukan dengan laporan yang kita buat.

Inti dari kegiatan DIklatsar Divisi ini adalah

  1. penekanan terhadap pentingnya manajemen kegiatan yaitu bagaimana kita merencanakan dan menjalani kegiatan yang ingin kita lakukan mulai dari awal hingga akhir
  2. kegiatan divisi itu sendiri

Pemilihan Divisi (Spesialisasi)

Divisi, apa itu,

kok dimapala ada divisi juga.

Memang kita harus memilih.

Awal mula pengetahuan ku terhadap kegiatan pecinta alam adalah mendaki gunung, ya itu saja sepengetahuanku, tapi setelah kita masuk dan menjalani diklatsar teryata masih banyak hal lagi yang belum kita tahu dari kegiatan kepencintaalaman. Divisi yang dalam arti sesungguhnya adalah bagian, regian, pemisahan fungsi teryata diOPA pun juga ada disini divisi dimasutkan untuk membagi2 dan menspesialisasikan kegiatan yang ada dipecintaalaman diantaranya (yang ada dimadawirna karena aku menjadi keluarga dimadawirna) mountenering, rock climbing, caving dan rafting. Tujuan kita disuruh memilih divisi adalah agar kita lebih terfokus dalam mempelajari dan melakukan gegiatan petualangan dipecintaalaman. (Walaupun demikian kita tidak dilarang untuk mempelajari divisi yang lainya) Dengan adanya spesialisasi ini kita terlihat seperti terkotak kotakkan dengan dengan divisi masing2, yang memilih RC, hanya itu2 saja yang dipelajari, begitu juga yang lainnya. Jadi terlihat kekomplangan ataupun perbedaankemampuan yang ada. Persaingan antar divisi itu jelas ada, rasa gengsi, merasa lebih unggul dalam berkegiatan lebih banyakmana kelapangan. Itu segi positifnya. Tapi dengan adanya spesialisasi ini pengetahuan kita terhadap divisi yang lain terlihat kurang bahkan bias dibilang O.

Dalam memilih pun aku masih bingung, karena pengetahuanku terhadap kegiatan pecinta alam masih O, walaupun sudah dikenalkan divisi2 yang harus dipilih. Dan aku akhirnya memilih divisi Rock Klimbing dangan berbagai perimbangan dan melihat kondisi yang ada.

Sehingga awalmula hanya kegiatan RC lah yang sering aku lakulan, tanpa mencari tahu dan acuh terhadap divisi yang lainnya, hingga tebing parangndog dan suing bagaikan halaman bermain kita karena tempat itulah yang sering kta gunakan sebagai tempat berlatih.

Tapi setelah mengikuti kegiatan yang lainnya (divisi yang lain) teryata banyak hal yang kita dapat, banyak perbedaan dan keunikan yang kita dapat jadi jangan sampai hanya satu divisi saja yang kita ketahui jangan ada batasan dalam melakukan kegiatan karena klo bisa aku bilang itu rugi.

Pandangan kupun berubah, yang awal mulanya hanya mendaki gunung saja pengertian PA, menjadi kaget ternyata masih benyak kegiatan yang lainnya, hingga memilih spesialisasi Rock Climbing dan hanya melakukan kegiatan ditebing  saja. Dan sekarang diajakin kegiatan apa aja ayuk entah itu RC, Caving, Mountenering, Rafting atau yang lainnya lah , ayuk jika gak ada arang lintang dengan rasa senang dan enjoy menjalaninya.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 851 pengikut lainnya